 |
| Moralitas |
Apakah
“Moralitas” atau Sīla?
Dalam Paṭisambhidhāmagga, i, 44; terdapat pernyataan, “Kiṁ sīlanti cetanā sīlaṁ, cetasika sīlaṁ, saṁvaro
sīlaṁ, avītikkamo sīlanti.” Pernyataan tersebut berarti, “Apakah yang
dimaksud dengan sīla atau moralitas?
Kehendak (cetanā) adalah sīla, faktor-faktor batin (cetasikā) adalah sīla, pengendalian diri (saṁvara)
adalah sīla, dan ketiadaan
pelanggaran adalah sīla.
Kehendak
(Cetanā) sebagai Sīla
Secara umum, moralitas dapat diukur atau
diketahui dari perilaku badan jasmani dan ucapan seseorang. Dari perilaku
seseorang yang baik, biasanya kita dengan mudah menentukan bahwa ia adalah
orang dengan moralitas yang baik. Demikian pula jika seseorang senantiasa
mengucapkan kata-kata yang ramah, lemah lembut, dan kata-kata baik, secara
otomatis kita menganggap orang tersebut memiliki moralitas yang baik.
Sebaliknya, jika seseorang senantiasa berkata dan berperilaku yang buruk, kita
menganggap orang tersebut tidak memiliki moralitas.